MUHAMMAD THUVAIL, CALON HAFIDZ DARI BANDUNG

“Saya senang belajar agama disini, karena saya ingin bisa menjadi penghafal al-Qur’an. Saya juga senang karena bisa bertemu banyak teman,” ujar Muhammad Thuvail.

Meski jarak antara rumah dan pesantrennya terhitung lumayan jauh. Tetapi semangat Thuvail tak pernah surut. Thuvail kini menimba ilmu di Pesantren Istana Mulia. Pesantren yang berada di Banten itu mengharuskan Thuvail untuk jauh dari orang tuanya di Dago Pakar, Bandung. Meskipun jauh dari orang tua, jarak bukan lah penghalang untuk meraih prestasi. Anak ke empat dari enam bersaudara ini baru berusia 14 tahun, namun memiliki semangat yang tinggi untuk membahagiakan kedua orangtuanya menjadi seorang penghapal quran. Ayahnya bekerja sebagai driver ojek online, sedangkan ibunya kerap kali mengisi kajian / taklim di rumahnya.

Saat ini, Thuvail sudah hafal 10 juz. Ia selalu mempergunakan waktu luangnya untuk menyetor hasil hafalannya.  Ia menargetkan setiap 20 hari sekali, ia harus sudah hafal 1 juzz, karena ia ingin ketika dirinya tamat sekolah di Istana Mulia, sudah hafal minimal 25 juzz. Kegigihan Thuvail untuk dapat menghapal quran, bukan tanpa alasan. Ia memiliki keyakinan bahwa, seseorang yang bisa menghafal quran akan dimudahkan jalannya oleh Allah SWT untuk mengejar cita citanya – Menjadi pengusaha Tour n Travel yang Hafidz Quran.

Thuvail juga tergolong anak yang berprestasi. Ia meraih Juara I Musabaqah Hafidz Quran se Banten, lalu Juara III JSIT se Banten dan Juara II JSIT se Banten Barat. Tidak hanya itu, Thuvail juga kini menjadi Ketua Asrama di angkatannya.

--------------------------------------------------------

Program Beasiswa Anak Negeri, yaitu program yang diberikan kepada putra putri Indonesia anak guru dan dai yang bertujuan untuk meringankan biaya pendidikan sebagai bentuk apresiasi terhadap peran dan fungsi para guru, dai di masyarakat


Ayo bantu wujudkan mimpi anak-anak Indonesia.

Transfer Donasi :

BSM 702 6964328

BNI Syariah 555 444 6673 


Komentar
Beri Komentar

Program
News Update