5 Cara Bijak Mengelola Gaji Agar Lelahmu Bekerja Tidak Ludes Tanpa Makna

Keriangan dari bekerja tentu tak bisa dipisahkan dari rasa puas setiap menerima gaji masuk ke rekening. Rasanya bangga melihat hasil kerja sendiri dihargai, senang rasanya mengetahui diri ini sudah bisa menghasilkan uang sendiri.Selepasnya keinginan bersenang-senang pun bergelora. Ingin beli gawai terbaru, ingin makan enak setiap waktu, sampai ingin traveling ke tempat yang selama ini paling gatal dituju rasanya tak lagi bisa menunggu. Hasilnya sebelum akhir bulan tiba gajimu sudah ludes tak tahu ke mana. Nah, agar tragedi kehabisan uang sebelum tanggal gajian datang tak lagi terjadi, artikel ini akan memberimu beberapa langkah mengelola gaji yang bisa kamu terapkan mulai hari ini. Mau tahu apa saja tips-nya? Baca artikel ini selengkapnya!

1. Bikin Anggaran Tiap Bulan

Membuat anggaran tiap bulan merupakan langkah jitu supaya bisa mengendalikan pengeluaranmu. Hal pertama yang harus kamu tuliskan di rencana pengeluaran per bulan adalah anggaran menabung. Kamu bisa menyisihkan sekitar 10% gajimu untuk ditabung. Selain menetapkan anggaran, kamu juga perlu mencatat dan mengumpulkan nota belanja setiap kali kamu berbelanja kebutuhan. Hal ini akan membantu mengendalikan besaran pengeluaranmu serta menekan keinginan untuk membeli hal-hal yang tidak tertulis di anggaran.

Simulasi anggaran tiap bulan.

Misal besaran gajimu Rp 2.500.000 

10% untuk ditabung Rp 250.000

10% untuk tabungan orang tua Rp 250.000

40% pengeluaran rutin Rp 1.000.000

10% pengeluaran pribadi Rp 250.000

30% utang atau cicilan atau kebutuhan tak terduga (bila tidak terpakai, masukkan ke rekening tabungan) Rp 750.000

2. Tetapkan target mingguan pengeluaran. Bawa uang kas saja secukupnya supaya tak tergoda belanja macam-macam

Jika membuat anggaran dirasa kurang cukup kuat untuk mengendalikan pengeluaran bulanan, kamu bisa memberi target pengeluaran mingguan. Dengan metode ini kamu hanya mengisi dompet dengan uang yang besarannya sesuai dengan target mingguannya. Sehingga kamu tidak bolak-balik menarik uang melalui mesin ATM. Hal ini bisa membantumu untuk semakin hemat karena kamu secara tidak langsung merasa bahwa uang yang kamu miliki hanyalah uang yang ada di dompetmu saja.

Semisal,

Besar anggaran untuk keperluan rutin per bulannya Rp 1.000.000

Besar uang per minggu yang BOLEH ada di dompetmu : Rp 1.000.000 : 4 = Rp 250.000

3. Bersenang-senang dengan uang hasil kerja sendiri itu sah-sah saja. Tapi buatlah tema bersenang-senang bulanan agar pengeluaranmu tetap terencana

Kamu memiliki hak untuk menggunakan uang hasil jerih payahmu demi kesenangan diri sendiri. Hitung-hitung sebagai penghargaan terhadap diri sendiri yang sudah bekerja keras dalam satu bulan ini. Hal ini juga bisa membuatmu terus semangat dalam bekerja karena kamu bisa merasakan uang dari hasil keringat sendiri. Namun, yang perlu diingat kamu harus bisa mengendalikan foya-foyamu ini. Untuk membuat kegiatan foya-foyamu ini tetap berada di bawah kendali, kamu bisa memberikan tema bulanan yang selalu berbeda-beda.

Simulasi foya-foya yang terkendali:

Bulan Februari = Rp 250.000 untuk belanja baju

Bulan Maret = Rp 250.000 untuk makan enak di tempat mahal

Bulan April = Rp 250.000 untuk belanja kosmetik

4. Sebagai pembangkit semangat sisihkan 10% dari uang gajimu per bulan demi kebutuhan orangtua. Kelak ketika mereka sudah sakit-sakitan dan harus dibantu, kamu bisa menggunakan uang simpanan itu.

Untuk membuatmu mampu hidup hemat dan benar-benar mengencangkan ikat pinggang, kamu bisa menanamkan pemahaman di kepala bahwa kamu juga harus menyisihkan pendapatan untuk orangtua. 10% gajimu harus dialokasikan demi tabungan untuk orangtua. Hal ini bisa sangat berguna, karena nantinya apabila orangtuamu jatuh sakit atau membutuhkan dana mendadak kamu mempunyai cukup uang yang memang dialokasikan untuk membantu mereka.

5. Tunaikan 2,5% untuk membersihkan gajinya agar lebih berkah dan dapat memberdayakan banyak orang

Bagi kaum muslim, membayar zakat termasuk salah satu rukun islam. Namun selain kewajiban zakat, ada pula infak dan sedekah yang sifatnya tidak wajib dan menjadi bagian penting pula untuk dipersiapkan bila pos zakat sudah terpenuhi. Dengan memperhatikan dan mengalokasikan pos zakat dalam arus kas keuangan keluarga, serta infak dan sedekah bila dananya ada, insyaAllah perencanaan keuangan anda akan lebih syar’i. Perencana Keuangan dari ZAP Finance, Pritta Ghozie menyarankan sebaiknya setelah memperoleh penghasilan langsung disisihkan untuk zakat. Sementara jika atas harta, bisa diambil dari penghasilan maupun melikuidasi harta lain. Adapun pembayaran zakat sekarang sudah bisa dilakukan di ATM, fasilitas online atau datang langsung ke lembaga lembaga penerima zakat.

Kalau sudah begini, pasti kamu akan merasa gaji kamu setiap bulan sudah teralokasikan dengan baik dan tidak hilang entah kemana kan? hihihi



Sudah gajian? Yuk tunaikan zakat segera ...

BCA 2183034367 an Yayasan Kesejahteraan Madani

Mandiri 1270007026840 an Yayasan Kesejahteraan Madani

BNI Syariah 5554446673 an YAKESMA 


Komentar
Beri Komentar

Program
News Update