Apa itu Zakat?

Secara Bahasa (lughat) berarti : tumbuh : berkembang dan berkah (HR. At Tirmidzi) atau berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At Taubah : 103) menurut terminology syariah, zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.

Syarat syarat harta wajib zakat :

1. Baik dan Halal: Al Quran surat Al Baqarah ayat 267

2. Berkembang : Rasulullah saw bersabda “Seorang muslim tidak wajib mengeluarkan zakat dari kuda dan budaknya (muslim)"

3. Nishab : Hadits Imam Bukhari dari Abi Said bahwa Rasulullah saw bersabda “tidak wajib zakat pada tanaman kurma yang kurang dari 5 ausaq, tidak wajib zakat dari perak yang kurang dari 5 awaq, tidak wajib zakat pada unta yang kurang dari 5 ekor”

4. Lebih dari kebutuhan pokok : Al Quran surat Al Baqarah ayat 219

5. Haul : HR Abu Dawud dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah saw bersabda “jika anda memiliki 2 ratus dirham dan telah berlalu waktu satu tahun, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak 5 dirham”

6. Bebas dari hutang

7. Milik penuh : Al Quran surat At Taubah ayat 103 dan hadits dari Muadz bin Jabal ketika Rasulullah saw mengutusnya ke Yaman.

Perhitungan Zakat Profesi

Zakat profesi menurut Yusuf Qordowi , sangat dianjurkan untuk menghitung zakat dari pendapatan kasar (brutto) untuk lebih menjaga kehati hatian. Nisab sebesar 5 wassaq / 652,8 kg gabah setara 520 kg beras. Besar zakat profesi yaitu, 2,5%.

Terdapat 2 kaidah dalam menghitung zakat profesi :

1). Menghitung dari pendapatan kasar (brutto) : besar zakat yang dikeluarkan = pendapatan total keseluruhan x 2.5%

2). Menghitung dari pendapatan bersih (netto)

Pendapatan wajib zakat = pendapatan total – pengeluaran perbulan*, besar zakat yang harus dibayarkan = pendapatan wajib zakat x 2.5%

Keterangan :

*Pengeluaran perbulan adalah pengeluaran kebutuhan primer (sandang, pangan, papan)

*Pengeluaran perbulan termasuk : pengeluaran diri, istri 3 anak, orang tua dan cicilan rumah. Bila dia seorang istri maka kebutuhan diri, 3 anak dan cicilan rumah TIDAK termasuk dalam pengeluaran perbulan. 

Ancaman Bagi Orang Yang Tidak Berzakat :

Firman Allah SWT : "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah swt. maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari itu dipanaskan emas dan perak tersebut di neraka jahanam, lalu disetrika dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka, (lalu dikatakan)  kepada mereka :"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) harta yang kamu simpan." (QS. At Taubah : 34-35) 

Landasan Syariat Zakat :

Al-Qur'an 

  • ‘’Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian" (QS. Adz Dzariat: 19)
  • "…Dan nafkahkanlah sebagian dari harta mu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya…" (QS. Al Hadid : 7)
  •  "Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakatkanlah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik, …" (Q.S. Al-Ba-qarah : 267)

Al-Hadits

  • "Bila suatu kaum enggan mengeluarkan zakat, Allah akan menguji mereka dengan kekeringan dan kelaparan." (H.R. Thabrani) 
  • “Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan merusak harta itu." (H.R. Al Bazar dan Baihaqi). 


Zakat
News Update